Santai Sejenak di Hotel Grand Preanger

24 Apr 2010

Di Minggu pagi seharusnya aku masih stay di tempat tidur dan mengingat-ngingat, mimpi apa ya semalam? Photobucket Atau mungkin mulai mengerjakan tugas sedikit demi sedikit. Tapi ajakan Vicky untuk kopdar sama anak-anak Rumah Blogger kayaknya terlalu bagus untuk dilewatkan. Berharap-harap cemas di perjalanan (telaaat! Photobucket ) dan akhirnya sampai di tempat yang dituju, Hotel Grand Preanger.

preanger3

Udara masih dingin diluar, aku jadi takut-takut masuk ke dalam karena biasanya AC di hotel biasanya dingin mampus. Tapi ternyata nggak sedingin yang kukira. Malah rasanya adem dan tenang banget suasana lobby ini.


Acara perkenalan dengan blogger lain cukup akrab dan hangat, obrolan dari pihak hotel atau sponsor gak kaku bahkan sangat bersahabat. Aku yang baru ikut pertama kali jadi agak rileks dan sudah merasa diterima.

Mbak Dara Adisty,
sang marketing communication dan juga kakak kelasku di SMP,
cas cis cus tentang sejarah hotel ini.

Grand Preanger sendiri dulunya adalah tempat menginap bagi para pemilik perkebunan di Priangan yang seringkali datang untuk berpelesir ke kota Bandung pada tahun 1884. Sampai suatu ketika toko tersebut bangkrut dan dibeli oleh W.H.C. Van Deeterkom, dijadikan hotel dan diberi nama Preanger.


Hotel ini menjadi kebanggaan warga Belanda yang berdomisili di Bandung selama seperempat abad. Pada tahun 1929 dilakukan renovasi ulang oleh C.P Wolf Schoemaker dengan dibantu oleh muridnya mantan Presiden RI pertama Ir. Soekarno. Setelah itu tentu saja nama hotel ini semakin harum baik di dalam maupun luar negeri.

Wah, bersejarah sekali ya. Photobucket Ternyata hotel yang namanya berasala dari kata Priangan ini punya sejarah yang cukup panjang. Bangga dong punya hotel yang bersejarah dan masih terawat sampai sekarang.

Acara berlanjut ke acara yang ditunggu-tunggu, hotel tour!! Untuk kelompok aku, tour dimulai dari Wine Corner. Disini kita bisa minum wine yang berkualitas dan dijaga kesegarannya.

Tampak seperti jejeran botol kecap.

Lalu lanjut keluar dimana ada catur raksasa dengan berat pion yang lumayan, tempat bermain anak dan kolam renang yang sudah direnovasi.

Btw, tangan siapa sih ituuu? Photobucket

Tour lanjut ke tempat spa yang nyaman banget. Pertama masuk aja udah ngerasa rileks, apalagi kalo dipijet-pijet dikit.


Naik ke atas ada tempat fitness deh dengan ruangan yang sama enaknya kayak tempat spa. Musiknya asyik, bisa liat langsung ke arah kolam renang dibawah sana, banyak kaca yang bisa bikin tambah semangat olahraganya dan juga sebagai ajang narsis. Photobucket

Rombongan lanjut ke ruangan-ruangan untuk menghibur dan memfasilitasi para tamunya seperti bar yang bergaya Inggris,


Lalu ada toko oleh-oleh untuk dibawa ke negeri asal atau sekedar sombong gara-gara untuk nginap di hotel yang wah ini.

Ada dua hal menarik yang ngejreng banget di hotel ini. Pertama hotel ini pernah menang sebagai hotel bintang lima terbaik pada tahun . . duh, lupa! Pialanya ada di lobby. Congratulation!

jangan diambil ya, mas.

Terus sebagai langkah menjaga barang-barang yang bersejarah titipan zaman Belanda, pihak hotel membiar kan lift Titanic-wanna-be ini tetap ada. Walaupun sayang, udah gak bisa dipake lagi. Kan pengen tuh nyobain masuk dan berimajinasi seolah-olah lagi dikapan Titanic (tenggeleam dong aku?!).

mungkinkah ada Titanic 2?

Setelah puas mengangumi lift Titanic-wanna-be itu, kita diajak ke kamar. What?? Untuk liat-liat apa yang kita dapat kalo menginap disini. Dipikiranku langsung terbayang masuk kamar dan loncat ke kasurnya yang super empuk. Photobucket Tapi kasian deng orang-orang yang bakal nyewa kamar itu. Lain kali mungkin kalo nginep beneran. Amin.

Keamanan untuk setiap orang penginap sangat dijaga loh. Contohnya dengan adanya kartu khusus untuk naik lift, yang hanya terbaca sesuai dengan di lantai berapa kita menginap. Jadi kamu gak bakal kesasar. Tapi hati-hati liftnya tukang ngambek loh. Ngambek kalo kapasitasnya sudah lebih, kasian kan abang liftnya. Photobucket

Jumlah kamar yang ada di Grand Preanger ada 187 kamar. Terdiri dari Superior, Deluxe, business deluxe, dan executive suite.



Kamarnya nyaman banget, sehingga dengan susah payah aku harus menahan diri, layaknya Edward Cullen yang haus akan darah Bella Swan, untuk nggak loncat ke kasurnya. Photobucket

Banyak kelebihan yang ada disetiap kamar-kamar yang aku kunjungin. Berikut foto-fotonya.

No smoking floor.
Hotel ini pengertian sekali. Cocok untuk aku yang anti rokok.

lukisan Bandung tempo dulu disetiap kamar.

pemandangan kota Bandung dari lantai 5.

emas asli boooooooooo!

narsis sejenak sambil nunggu lift

Dan kamar terakhir yang kita kunjungin sekaligus yang bikin ngiler banget adalah Garuda Suite! Jeng, jeng! Kenapa? Kamar yang harganya sangat lumayan ini, punya fasilitas dan tampak seperti rumah kecil yang bertengger di lantai paling atas Grand Preanger. Kamar ini khusus untuk orang-orang bisnis atau sangat penting. Kamar ajudannya aja untuk wah, apalagi dengan kamar bosnya sendiri, teras pribadi yang bikin puas liatin Bandung kota dan tentunya, Jaccuzi!! Photobucket

Bareng suami sah (amin), liat bintang jatuh dengan diiringi lagu Michael Buble.
Mantaaaaaap, gan!

Mungkin sekian tour kita ke Grand Preanger yang bisa dibilang ajang refreshing buat aku dari tugas-tugas yang menumpuk. Rombongan kita harus cepet-cepet balik ke meeting room Maribaya sebelum coffee breaknya abis. Photobucket

inilah yang kudapat setelah bertarung dengan perut-perut lapar yang lain.
Photobucket

Mau maen ke Bandung dan pengen nginep di hotel membanggakan ini? Nih, aku kasih petanya biar gak nyasar. Dan dapatkan hal-hal menarik lainnya yang mungkin gak sempet di explore di postingan ini. Photobucket

Thanks Vicky for the invitation and Ghagah for some of the pics.

See ya.
=D


TAGS bandung hotel grand preanger sejarah


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post